Minggu di Bukittinggi (2)

Siangnya, saya keluar bersama teman kost. Saya diajak ke Ngarai Sianok dan Lobang Jepang. Dan masuknya ke area wisata Ngarai Sianok nggak pakai bayar. Ya gimana nggak bayar, orang masuknya aja lompat pagar :D. Awalnya setelah memarkir mobil, kami jalan ke arah pintu masuk yang ada loket retribusinya. waktu jalan itu kami melihat ada anak kecil yang masuk area dengan melompati pagar, kami cuma bercanda aja, “Mau ikutan lompat nggak..?”. Terus jalan sedikit di depan, kami lihat ada 3 orang dewasa keluar dengan melompati pagar. Wahaha… Ada semacam legitimasi untuk mempersilakan lompat pagar :D. Ya sudah, kami inisiatif ikutan masuk dengan lompat pagar. (licik mode:on)

Lobang Jepang, mungkin maksudnya gua Jepang ya? Di pintu masuk kami melewati tangga turun sedalam 64 meter. Ada foto saya dan teman sedang baca peta Lobang Jepang.

Terus semakin masuk ke dalam, isinya lorong-lorong panjang. Di situ saya bayangkan bagaimana waktu dulu membuat gua ini. Lorong-lorong sepanjang, sedalam dan serapi ini pasti butuh kerja keras. Dan ternyata benar, ada guide yang cerita ke pengunjung kalau lorong ini dikerjakan para romusha.

Sempat juga masuk ke ruangan kecil tempat pembantaian romusha, itu fotonya. Di bawah kaki saya ada lobang di tembok. Jadi ceritanya setelah dibantai di ruangan itu, mayatnya dibuang lewat lobang kecil itu dan tembusan lobang itu 62 meter ke bawahnya ada sungai.

Hii… Ruangan lorong-lorong panjang seperti itu kadang sepi, dingin, remang-remang pula. Apalagi ruang pembantaian itu, masuk ke sana biasanya dengan rombongan. Dan kalau Anda jalan berduaan dengan lawan jenis…, ya bisa aja sih. Cuma Anda bakalan kurang bebas, karena ada kamera CCTV di sekitar lorong-lorong, hahaha… :D. Baca ini…

Ngarai Sianok, ngarai tu semacam lembah (istilah “ngarai”, terus terang saya baru tahu sejak di Bukittinggi ini :p). Di bawahnya ada sungai kecil. Lobang Jepang ada di tepi ngarai itu, ada di dinding pahatan alam bernama ngarai itu. Bagus sekali pemandangan dari atas ngarai ini.

Overall, hal yang saya rasakan adalah kota Bukittinggi itu cantik. Nggak kalah asyik sama Jogja. Tapi walau begitu, kangen juga sih pulang ke Jogja 😉

Advertisements

Bagaimana tanggapanmu?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s