Candu Bernama Senyap di Gang-gang Kecil Kotagede

Kotagede itu khas. Di Kotagede kita dapat menjumpai bangunan-bangunan tua dengan lanskap hunian yang unik dan sarat nilai sejarah. Contohnya, di gang-gang kecil yang ada di Kotagede.

Sakit flu saat sedang puasa Ramadhan, bukankah mencukupkan istirahat adalah hal terbaik? Nyatanya aku malah jalan-jalan di Kotagede. Jalan-jalan yang di luar rencana, sepulang dari suatu keperluan di daerah selatannya Kotagede. Mungkin benar, ya, polah Sagitarius, seperti yang sering di-share di sosial media. Tak terduga untuk urusan jalan-jalan.

Pada hari menjelang siang aku mengambil start dari Masjid Gedhe Mataram. Tembok yang mengelilingi masjid selalu mengingatkanku pada tembok-tembok batu bata di Bali, karena memang mirip. Masjid Gedhe dan Makam Raja-raja Mataram Islam terletak dalam satu kompleks.

This slideshow requires JavaScript.

Dari masjid aku menuju utara, melewati pintu rumah berdinding tanaman merambat yang nge-hits bagi anak muda Jogja yang suka foto-foto. Tak jauh dari situ aku masuk gang kecil ke arah barat.

Pintu hits di Kotagede.
Pintu hits di Kotagede.

Beberapa waktu terakhir aku ingin melihat tembok rumah besar di Kotagede yang menjadi salah satu latar belakang video klip Yogyakarta-nya KLA Project. Kupikir gang kecil itu akan mengarah ke sana. Dan memang benar demikian. Di Gang Soka tepatnya. Aku menyebutnya Rumah R. Pesik karena ada tulisan “R. Pesik” di pintunya. Tapi, apakah bangunan seindah Rumah R. Pesik ini terbuka untuk dikunjungi umum? Aku belum tahu.

This slideshow requires JavaScript.

Aku menyukai menyusuri gang-gang kecil begini. Saat menjelang siang suasana di gang-gang terasa senyap. Gang-gang itu ada yang jaraknya pendek, namun ada juga yang panjang. Dan gang kecil sepanjang itu, diapit tembok bangunan tua dan berlumut, bisa tidak ada orang lain yang melewati dalam hitungan menit yang lama. Bayangkan suasananya.

This slideshow requires JavaScript.

Saat menyusuri gang-gang kecil dengan suasana seperti itu sempat aku terbayang kalau-kalau ada orang yang mencoba berbuat jahat, maka aku akan melawannya seperti Iko Uwais dalam The Raid menghajar lawan-lawannya di lorong sempit. Halah :D. Nyatanya juga aman-aman saja menyusuri gang-gang kecil Kotagede.

Bangunan rumah kayu tinggi dengan ornamen-ornamennya menarik perhatianku dalam waktu lama saat berjalan di gang. Kupikir itu bagian dari kompleks bangunan Rumah R. Pesik. Aku jadi teringat Langgar Dhuwur yang menjadi latar film Sang Pencerah, kabarnya itu di Kotagede. Apakah Langgar Dhuwur tersebut bagian dari kompleks Rumah R. Pesik? Aku juga belum tahu. Tapi, mungkin juga bukan. Apalagi setelah kubaca keterangan tentang Langgar Dhuwur yang kujumpai di Gang Soka ini:

Keterangan tentang Langgar Dhuwur di Kotagede di Gang Soka.
Keterangan tentang Langgar Dhuwur di Kotagede di Gang Soka.

This slideshow requires JavaScript.

Cerita di atas baru sebagian kecil wilayah Kotagede. Sedangkan gang-gang kecil di Kotagede tidak hanya yang sudah kulewati. Dan aku ingin lagi menapaki senyap di Kotagede.

Advertisements

2 thoughts on “Candu Bernama Senyap di Gang-gang Kecil Kotagede

Bagaimana tanggapanmu?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s