Bukit Panguk Kediwung: Sunrise La Roiba Fih

Sepulang dari tempat ini aku masih sering teringat atraksi alam yang kusaksikan di sini: matahari merangkak naik menyibak kabut yang menyelimuti gugusan Pegunungan Seribu, kemudian kabut perlahan turun dan bergerak seperti mengalir di antara bukit. Di lereng bukit tempatku melihat atraksi tersebut terdapat hijau pepohonan pinus merkusii yang berbatasan dengan aliran Sungai Oya. Karena pemandangan itu aku betah di sana, di Bukit Panguk Kediwung, Mangunan, Dlingo, Bantul.

Crux masih tampak jelas di langit ketika aku menuju ke sana, ke arah tenggara dari Kota Jogja. Seperti pada kunjungan-kunjunganku sebelumnya, aku memburu sunrise. Aku sepakat kalau pesona Bukit Panguk paling total ada pada saat matahari terbit.

Menemukan lokasi Bukit Panguk tidak susah, cuma sebaiknya gunakan kendaraan yang sangat baik kondisinya mengingat tajamnya kelokan, curamnya jalan naik-turun, dan kondisi jalan desa yang berbatu. Arahnya sama dengan arah menuju Kebun Buah Mangunan. Dari situ tinggal ikuti papan-papan kecil penunjuk arah ke Bukit Panguk.

Hutan jati (tectona grandis), yang menurut pengelola wisata setempat masih termasuk kawasan Resor Pengelolaan Hutan (RPH) Mangunan, menyambutku sesampainya di sana. Jangkrik masih bersahutan di sana-sini berpadu dengan suara deras aliran Sungai Oya di bawah Bukit Panguk. Satu-dua dari deretan warung mulai dibuka warga setempat karena lokasi wisata ini buka jam 5 pagi. Kamar mandi di sekitar parkiran menjadi pelarian sesaatku akibat perjalanan dingin pagi buta.

This slideshow requires JavaScript.

Kalau semburat merah sudah tampak di langit timur kita bisa bersiap menikmati pemandangannya dari gazebo, dari kursi-kursi kayu di antara pohon, atau mulai memilih dari gardu pandang mana kita akan berfoto. Masing-masing gardu pandang menawarkan latar belakang atau sudut pandang yang berbeda. Oleh karena itu meminta bergantian berada di gardu pandang dengan pengunjung lain sangat dianjurkan mengingat terbatasnya kapasitas luas dan bobot gardu pandang.

Suasana matahari terbit dari Bukit Panguk, yang retribusi dan parkir di sini kita diminta membayar seikhlasnya, kupikir adalah satu dari tiga pengalaman terindahku tentang pemandangan sunrise. Dua lainnya saat di Selat Bali dan Gunung Merbabu. Sunrise dengan keseluruhan suasana alam di sekitar di Bukit Panguk adalah keindahan yang tak ada keraguan padanya, laa roiba fiih.

Advertisements

Bagaimana tanggapanmu?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s